Rabu, 22 September 2010 | 03:35 WIB
Setelah Membaca Opini dari Berbagai Madzhab Pemikiran dalam Blog Ini Saya Harap wawasan anda bertambah jika memang otak anda tidak bisa tercuci
Rabu, 22 September 2010
Cerita dari Blora
Memudarnya "Virtue"
Rabu, 15 September 2010 | 04:44 WIB
AS dan Kebebasan Beragama
Rabu, 15 September 2010 | 04:42 WIB
"Ukhuwwah Islamiyyah" dalam berhukum
Rabu, 15 September 2010 | 04:43 WIB
Negara dan Nasib Peneliti
Rabu, 15 September 2010 | 04:42 WIB
Asvi Warman Adam
Ketika hubungan antara Indonesia dan Malaysia agak memanas belakangan ini, terbetik pula berita bahwa negara jiran itu mencari para peneliti Indonesia dalam bidang ilmu dasar. Gaji yang ditawarkan sekitar 40 juta rupiah per bulan, sepuluh kali lipat gaji di Indonesia.Selasa, 21 September 2010
Pembagian Lafal Ditinjau dari Ketidakjelasan Maknanya
I. PENDAHULUAN
Lafal yang tidak jelas artinya adalah suatu lafal yang maksud dari lafal tersebut tidak bisa ditemukan dari bentuk asli lafal itu, akan tetapi dapat ditemukan maksudnya dari indikator-indikator eksternal lafal. Lafal seperti ini, menurut ulama Hanafi, terbagi menjadi empat tingkat, yaitu lafal khafi, musykil, mujmal dan mutasyabih. Yang paling rendah kadar ketidakjelasannya adalah lafal khafi, di atasnya lafal musykil, di atasnya lagi lafal mujmal dan yang paling tinggi kadar ketidakjelasannya adalah lafal mutsyabih.
Lafal yang tidak jelas artinya adalah suatu lafal yang maksud dari lafal tersebut tidak bisa ditemukan dari bentuk asli lafal itu, akan tetapi dapat ditemukan maksudnya dari indikator-indikator eksternal lafal. Lafal seperti ini, menurut ulama Hanafi, terbagi menjadi empat tingkat, yaitu lafal khafi, musykil, mujmal dan mutasyabih. Yang paling rendah kadar ketidakjelasannya adalah lafal khafi, di atasnya lafal musykil, di atasnya lagi lafal mujmal dan yang paling tinggi kadar ketidakjelasannya adalah lafal mutsyabih.
Aliran-Aliran Utama dalam Ilmu Kalam
I. PENDAHULUAN
Sebagaimana sering dibicarakan oleh para sejarawan, bahwa pada paroh kedua abad I H telah terjadi perkembangan yang sangat signifikan dalam sejarah umat Islam. Pertama, suatu realitas yang tidak bisa dipungkiri bahwa di kalangan umat Islam terjadi konflik internal yang boleh jadi tidak diinginkan oleh mereka sendiri, di mana suatu kelompok bukan saja telah mengutuk kelompok yang lain, akan tetapi bahkan telah saling membunuh. Perkembangan kedua adalah masuknya bangsa Persia dan sekitarnya ke dalam Islam berikut pemikiran dan keyakinan-keyakinan lamanya yang sudah terbentuk kuat dalam benak mereka masing-masing. Seperti penyelamatan Tuhan dengan surga, apakah faktor amal atau rahmat Tuhan semata kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Pertanyaan ini muncul besar kemungkinan karena menurut doktrin kristiani yang ketika itu juga sudah dibawa masuk dalam lingkungan umat Islam, bahwa penyelamatan Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan amal perbuatan manusia, melainkan semata-mata atas dasar rahmat yang disediakan melalui pintu tunggalnya, Yesus.
Sebagaimana sering dibicarakan oleh para sejarawan, bahwa pada paroh kedua abad I H telah terjadi perkembangan yang sangat signifikan dalam sejarah umat Islam. Pertama, suatu realitas yang tidak bisa dipungkiri bahwa di kalangan umat Islam terjadi konflik internal yang boleh jadi tidak diinginkan oleh mereka sendiri, di mana suatu kelompok bukan saja telah mengutuk kelompok yang lain, akan tetapi bahkan telah saling membunuh. Perkembangan kedua adalah masuknya bangsa Persia dan sekitarnya ke dalam Islam berikut pemikiran dan keyakinan-keyakinan lamanya yang sudah terbentuk kuat dalam benak mereka masing-masing. Seperti penyelamatan Tuhan dengan surga, apakah faktor amal atau rahmat Tuhan semata kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Pertanyaan ini muncul besar kemungkinan karena menurut doktrin kristiani yang ketika itu juga sudah dibawa masuk dalam lingkungan umat Islam, bahwa penyelamatan Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan amal perbuatan manusia, melainkan semata-mata atas dasar rahmat yang disediakan melalui pintu tunggalnya, Yesus.
Langganan:
Postingan (Atom)