Senin, 08 November 2010

Resolusi konflik dan kekerasan massa di Indonesia


Monday, 08 November 2010
SEBAGAIMANA kita saksikan di media cetak maupun elektronik, dalam dua dekade terakhir terjadi banyak konflik sosial terjadi di Indonesia. Konflik-konflik sosial yang berlangsung antara para peng - anut mazhab pada sebuah agama tertentu (konflik sektarian sebagaimana terjadi antara penganut Ahmadyah versus non-Ahmadyah), konfliik Poso, tawuran antarsuporter klub sepak bola, dan barubaru ini aksi brutal mahasiswa di berbagai daerah, yang semuanya berujung pada kekerasan massa.

Orang miskin dilarang berdaya


Monday, 08 November 2010
PROGRAM Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang diluncurkan oleh pemerintah dengan dukungan Bank Dunia, jelas memiliki tujuan mulia. Di akui atau tidak, program tersebut dapat mendatangkan hikmah dan manfaat yang dapat dipetik oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebab, PNPM merupakan salah satu dari sekian juta upaya perbaikan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sistem Kepercayaan terhadap Merapi


Selasa, 09 November 2010 00:01 WIB
Oleh Lucas Sasongko Triyoga, Penulis buku Manusia Jawa dan Gunung Merapi: Persepsi dan Kepercayaannya

PADA 26 Oktober 2010 ketika Gunung Merapi meletus dan memuntahkan awan panas setinggi 1,5 kilometer, juru kunci Merapi, Mbah Maridjan alias Raden Ngabehi Surakso Hargo, tetap bertahan di rumahnya di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, untuk menjaga Gunung Merapi. Sempat diberitakan hilang dan ditemukan selamat, namun akhirnya berita itu ditepis dengan penemuan jenazahnya dalam posisi sujud pada hari berikutnya bersama 16 warga lainnya, tersapu badai pyroclastic atau wedus gembel.

Kiat Strategis Menghadapi Tsunami


Selasa, 09 November 2010 00:01 WIB
Oleh Halmar Halide, Guru Besar Hidrometeorologi, Jurusan Fisika FMIPA Unhas

Tamu yang tak diharapkan ini kembali lagi berkunjung ke Tanah Air kita. Namun, berbeda halnya ketika ia mampir di Aceh pada pagi hari bulan Desember tahun 2004 atau saat ia berkunjung di Pangandaran pada sore hari bulan Juli 2006, kali ini ia datang pada malam hari bulan Oktober di Mentawai. Hal ini tentu saja menyulitkan kita menemukan saksi mata/rekaman video yang melaporkan kapan tepatnya tsunami itu melanda agar kita dapat menilai apakah suatu tindakan pencabutan peringatan/warning yang kontroversial itu sudah tepat atau masih keliru. Mungkin sudah tiba saatnya bangsa kita memiliki pakar forensik tsunami-–seperti Dr Mun’im Idris untuk forensik manusia-–dalam hal ini ia bertugas untuk menentukan saat tsunami memulai aksinya. Namun, kapan pun dan di mana pun tamu istimewa ini berkunjung, jejaknya amatlah fantastis. Keperkasaan energi yang diserapnya dari gangguan gempa di tengah laut akan ditunjukkannya pada daerah pantai. Hal ini terekam dengan begitu banyaknya kehancuran plus sedikit keajaiban yang mengiringi kepergiannya. Ini seyogyanya menjadi tantangan bagi kita semua untuk menjinakkannya. Mampukah kita menjawab tantangan ini?

AL-SYAHRASTANI Pakar Kajian Agama


Senin, 08 November 2010 pukul 15:32:00

Oleh Yusuf Assidiq

DENGAN BEKAL ILMUNYA, IA MELETAKKAN DASAR STUDI PERBANDINGAN AGAMA.


Al-Syahrastani lahir pada 479 Hijriah. Ia seorang sejarawan, filsuf, ulama, dan teolog terkemuka. Nama lengkapnya adalah Abu al-Fatih Muhammad Abdul Karim ibn Abi Bakr Ahmad al-Syahrastani. Panggilan al-Syahrastani merujuk pada tempat kelahirannya di wilayah Syahrastan, Khurasan, Persia.

Awasi Dana Bencana


Senin, 08 November 2010 pukul 11:09:00

Begitu rezim Orde Baru jatuh pada 1998 silam, muncul harapan besar bahwa korupsi akan segera menghilang dari negeri ini. Semangat pemberantasan korupsi tampak begitu tinggi, apalagi memang menumbangkan Orde Baru itu salah satunya dipicu oleh budaya korupsi yang sudah karatan di aparat pemerintah.

Kematian


Selasa, 09 November 2010 pukul 07:25:00


Oleh: Dr A Ilyas Ismail

Di dunia ini, menurut al-Ghazali, tak ada yang pasti, kecuali kematian. Hanya kematian yang pasti, lainnya tak ada yang pasti. Namun, manusia tak pernah siap menghadapi maut dan cenderung lari darinya. "Sesungguhnya, kematian yang kamu lari daripadanya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu." (QS Al-Jumu'ah [62]: 8).